Bicara tentang iman, entah kenapa gue selalu ngerasa kalo iman gue masih rentan. Bokap gue yang jarang ibadah tapi menekankan gue yang penting jadi orang baik pun bikin gue bingung ketika nyokap gue bilang jangan turutin si Ayah.Tapi gue yakin, bokap gue respek dan takut sama Allah. Dia selalu mewarisi syariat kakek gue ketika menjalankan shalat. Setiap shalat dia selalu pake sarung,kemeja yang rapi,dan kopeah punya kakek terus kamarnya dikunci. anehnya fenomena itu hanya gue lihat saat lagi shalat shubuh dan maghrib aja.Entahlah dzuhur, ashar, dan isya bokap gue kayak gitu juga. Soalnya jam-jam segitu kemungkinan dia ada di luar rumah.Tapi gue merasa dia seperti terlalu mengkultuskan shalat shubuh dan shalat maghrib, padahal semua shalat wajib itu sama-sama wajib dijalankan. Gue jadi inget pas waktu jaman dulu gue masih kecil, gue lagi di kamar mandi sendirian dan manggil ayah berkali-kali tapi nggak ada sautan dan mutusin buat manggil lebih kenceng lagi bahkan nyampe teriak. akhirnya dalam waktu yang lama bokap gue muncul dan dateng dengan marahnya. "Ada apa sih Fan? ayah barusan sedang menghadap Gusti Allah!"Waduuh...gue yang masih polos gitu jadi rada luluh juga denger kata Gusti Allah. Suatu hari, bokap gue juga pernah bilang saat gue terlalu sibuk men-judge agama lain yang menurut gue nggak penting banget ngelakuin ritual yang useless"Fan, Tuhan kamu siapa?""Allah," jawab gue, semoga gue masih bisa jawab kayak gini ketika gue ada di alam kubur nanti." Tuhannya orang kristen siapa?""Yesus.""Tuhannya orang Hindu siapa?""Yang aku tahu, Sang Hyang Widhi.""Tuhannya orang Buddha siapa?""Buddha.""Jadi semua agama punya Tuhan kan? Ayah pikir, kita semua punya Tuhan namun dirupakannya berbeda-beda, tapi agama kita tidak dirupakan.""Kita kan emang belum ketemu melihat dan kita nggak bisa merupakan Allah.Allah itu dzat yang maha kuasa."Waktu itu, gue menelan bulat-bulat omongan bokap gue yang mencoba untuk moderat itu."Yaudah, kalau kamu masih bingung, tunggu aja ntar sampai kiamat, nanti kita bakal ketemu Tuhan,"kata bokap gue seolah nggak punya jawaban lain.
Mengingat obrolan itu, gue jadi keinget Uge yang waktu itu jadi mentor sanlat gue. dia selalu nguji iman kita. Bahkan Si Odi yang bilang dia nggak terlalu percaya Tuhan waktu itu aja nanya-nanyain Uge.Uge bilang,"Kenapa? Kalian teh takut pas nanti di hari kiamat salah pilih tuhan?"Jujur aja, gue sempet kepikiran kayak gitu. makannya gue buang jauh-jauh pikiran itu.Ada kalanya juga gue percaya omongan seorang ustadz yang diceritain sama kakak mentor gue dari gontor waktu SMP.Jadi ceritanya ada seorang mualaf yang bertanya pada ustadz itu."Ustadz, Allah itu seperti apa sih wujudnya? kok agama lain bisa merupakan Tuhannya masing-masing, kenapa Islam tidak bisa?"ustadz itu balik tanya,"Sekarang, yang menciptakan gunung siapa?""Allah.""Yang menciptakan samudera yang begitu luasnya siapa?""Allah.""Yang menciptakan alam semesta siapa?""Allah.""Jadi kalau Allah bisa menciptakan semua yang begitu dahsyatnya seperti itu, berarti Allah jauh lebih dahsyat daripada apa yang diciptakannya."Glekkk, gue tertohok mendengar kata-kata si Ustadz walaupun kata-kata itu keluar dari mulut kakak mentor dari gontor yang bukan Ustadz.
Sejauh ini, itulah omongan yang gue pegang sebagai penambah keimanan gue. Gue juga sering merasa terlindung dan disayang setiap kali mengucap nama Tuhan gue. Pasti kalian juga, merasa bergetar tiap kali mengucap nama Tuhan yang kalian yakini.meskipun gue tahu dosa gue banyak, gue bejat, gue nista, gue bisanya ngeluh dan nyusahin orang, gue sombong, gue egois, gue...segala macam gue yang negatif, gue tahuGue masih punya Tuhan dan belajar untuk jadi orang baik."Lebih baik jadi mantan orang jahat dibanding jadi mantan orang baik."Itulah kata-kata yang dikeluarkan oleh seorang pendeta yang keluar dari agama Islam ketika sedang berada di debat terbuka Muallaf vs Murtadin.
Bahkan, Mas Andit dan Mbak Lala.Kakak-kakak sepupu gue memutuskan untuk bergabung dengan komunitas EDEN. Mas Andit yang sekarang udah jadi wakil Lia Eden itu bukannya bukan siapa-siapa, Lulusan Taruna Nusantara itu harusnya sekarang masih jadi mahasiswa di IPB. Tapi dia berpikir dia akan lebih menemukan Tuhannya bila ia bergabung dengan komunitas itu.Mbak Lala, yang sekarang sama-sama Mas Andit juga harusnya sekarang lulus jadi sarjana teknik Arsitektur UI, sesudah mengakhiri studinya di SMA yang sempet ikut student exchange ke Bermuda.
Maaf ya temen-temen, gue bukan ngomongin tentang satu agama tertentu yang gue kultuskan. gue cuma pengen berbagi pikiran ama kalian.Kita semua emang hidup dengan beda-beda agama, tapi aku harap setelah kalian baca tulisan aku iman kalian akan lebih meningkat. nggak cuma percaya sama Tuhan masing-masing kita aja, tapi dibuktikan juga dengan perbuatan. kita dikasih hidup ini sama Tuhan. Kita dipilih dari 400 juta sperma aja karena Tuhan percaya kita mampu hidup dan tidak menyia-nyiakan apa tang Tuhan kasih di bumi.Menurut aku, Seseorang bisa dikatakan manusia sesungguhnya bila ia punya keyakinan, bukan aku men-judge orang atheis. tapi Atheis juga punya keyakinan dirinya sendiri kalau dia takkan punya keyakinan. setiap manusia diciptakan untuk memilih jalan mana yang diyakini untuk dipilihnya dan ia yakin bahwa jalan itu benar dan takkan menimbulkan penyesalan.Yang jelas, kita semua yakin kalau apapun yang kita yakinin sekarang benar.B)


